Pagiku tak lagi berwarna
Pekat selekat malam sejak kau titipkan luka
Kian lama kurasakan penantianku beranjak sirna
Sadarkan mimpiku dan kau pun celaka
Cukup lama kau biarkan aku tertidur sendiri
Di sana kau dengannya bersama membangun istana
Nyeri!
Banggalah aku hanya seorang jagawana
Kata-katamu aku berlindung
Kau katakan aku bukanlah sang mendung
Kau hanya inginkan pelangi
Yang indah dari hujanku pada tanah mewangi
Ku rindu kau dengan tawa sakit hatimu
Saat kecewa begitu sulit kau dekap
Bilaku hinggap bagai gelap
Apalah aku selalu tiada sekali hisap
Lemah kau lenyap!
0 comments:
Post a Comment