buka..buka..buka.
buka lagi jendela siksa ini.
pedih perih milik diri.
cambuk-cambuk melukai.
sobek lagi kulit jiwa ini.
yang menetes bukanlah darah.
bahkan mengalir deras sumpah serapah
.
bakar bakar bakar.
disambar api amarah percikan lara.
bertahanlah.
kau pada garis lemah.
dan kuatkanlah.
hapus hitam jangan menoda.
nurani nurani nurani.
bersihlah kini.
.
pada buta tiada melihat.
pada tuli tiada mendengar.
lalu mati kini..
0 comments:
Post a Comment