Pages

Sunday, May 18, 2014

Hanya

kita hanya manusia
bukan selembar kertas
kita kadang menulis
namun kadang tidak membaca
kita kadang menghapus
namun sering kita teringat
sebab kita hanya manusia
kita bukan selembar kertas
AH BAJINGAN !
dearest flower,
how are you?
you must be grown well..
what are you now?
rose? orchid?
whatever you are now,
you must be beautifull
where ever you are now,
you must be happy
reborn on your birthday
happy in your way
your existence brings out sun shine..
strong flower just born
just like what you did before
masih pada bilangan "satu"
aku masih berharap meski kapan entah terjawab
aku masih menunggu meski kapan entah bertemu
aku masih mencari meski kapan entah terpenuhi
aku masih berdoa meski kapan entah dikabulkan oleh-Nya

dan masih pada bilangan "satu"
aku masih beribu masih yang lainnya
yang juga masih menyisakan tanya;
inikah cinta?
bagaimana caranya ucapkan aku sayang dia?
dikala aku dan dia tidak saling berdekatan.
waktu aku masih ada di dekatnya.
tak pernah terucap sepatah kata kiasan.

aku tidak suka dengan rayuan gombal yang busuk tak bermakna.
aku laki-laki yg tak pandai bermain kata untuk memanja.
takut hati engkau tertusuk dengan manis pedas kata-kata.
tapi dikala engkau tak ada, batin ini seolah tersiksa.

sekarang aku bagai mengemis kasih sayang.
tapi engkau bagai rasa yg susah menghilang.
mungkin bayang itu masih terpatri padaku.
sayang sekali, padahal aku tak ingin begitu.

bagaimana cara ungkapkan aku sayang dia?
saat aku dan dia benar-benar terpisah.
kini seolah semua sirna seketika.
rasa yang dulu kupendam tak punya tempat bermakna.

Tak Berjudul

aku ini seperti angkasa
kau tau aku ada, kau kadang melihatku
kadang aku menyilaukan
tapi kita tak dapat bersentuhan

aku ingin kau disini...
walau aku tak selalu menjadi siang,
aku bisa menjadi malam, menaungimu...

memandangimu saat tertidur,
atau tersenyum kecil saat kau sibuk dengan permainan detektifmu...
aku berikanmu hujan
agar kau duduk disana memandangi jendela
atau agar kau segera berteduh

tetap diam disana...
aku hanya ingin begini saja...
memandangimu diam.

bagaimana lagi yang bisa kulakukan?
jika aku mendekatimu
dunia akan berakhir, kau akan menghilang.

aku angkasa
jauh darimu,
hanya bisa memandangimu
dan tak dapat memilikimu

Terakhir

Dalam dimensi yang saling berbenturan ini...
Kita selalu duduk berhadapan.

Membicarakan tentang apa saja...
Tentang manusia yang aneh atau tentang kolam teratai yang kosong.

Seperti mencintai seseorang,
Kau harus menghitung langkah...
Satu, sepuluh, seratus, seribu...

Yang pada masanya, setiap hal akan memiliki hak.
Setumpuk kertas, lembaran-lembaran usang yang keropos...
Wajah yang lusuh, berbaring dalam sebidang tanah yang berpasir.

Jika aku akan menemui kematian,
Tentunya aku akan menggenggam seikat balon warna-warni.
Menunggu serpihan cahaya hangat masuk ke dalam pori-pori tubuh, seperti menggeliat...

Terakhir.