kita tak mengerti
tiba-tiba langit ditusuki jerami atap rumah kita
biru gelap
seluruh angkasa jelaga
mempesonakan seribu layang-layang
masa lalu kanak-kanak kita
kita tak peduli
memenuhi guratan
coretan
di seluruh hati hingga tak terbaca lagi
seluruh air dan tanah jelaga
menjebak setiap kemungkinan
ramalan tabir hidup kita
tabir! bukan takdir!
takdir ada di genggam kita sendiri
sebenarnya seperti kemarin
hari ini adalah kenyataan yang sederhana
mengenang kembali album potret kasih kita
sembari mempelajari setiap jengkal asa
dan san sanubari atmosfer senja
berdua
0 comments:
Post a Comment