Pages

Wednesday, April 10, 2013

rumahku, aku kembali

bertahun kujelajahi hutan ini,
sepi sunyi tanpa penghuni
lalu kubangun rumah dekat sungai
agar lebih mudah kukenali mata angin
dekat dengan sumber kehidupan
dan aku tenang memandang bulan
lewat angin,
aku meniupkan tembang-tembang cinta
hingga aku tidur
dan ketika aku bangun
sudah kudapatkan mekar mawar melatiku

pagi sepi
menlongok di ujung jemari
embun menetes di kelopak melati
aku beranjak mendekat senja
sebab tak bisa lagi kuharap lagi bulan di akhir musim ini
atau matahari yang siap tenggelam

dan ketika aku kembali
dimusim yang berbeda
kudapatkan hutan itu telah ramai menjadi kota
dan diantara sungai yang membelah daratan
telah terbangun jembatan
aku tak lupa akan rumah dan melatiku
tapi dimana

0 comments:

Post a Comment