sebentar akan reda cahaya mentari
yang tadi menguning akan menjadi jingga
yang tadi lengang, perlahan merayap diam
kau boleh menampakkan diri lagi
dari balik bayang sore, dari punggung bulan
datanglah seperti tetangga muka rumah,
seperti debur laut yang menyapa pantai
karena masih berdiri senja, dengan lilin yang tetap menyala
dari balik gubuk kumuh pelantun serenada biru - yang tak bertuan
meski sesekali gerimis berulang kali mendekap, dan meramaikan malam
kau selalu boleh
selalulah datang
selalulah berulang
selalulah...
angka-angka pada kalender mentertawakan aku, dan sesekali mencemooh musim - yang terpenjara pada keabadian
0 comments:
Post a Comment