imi mimpi
milikmu juga
karena kita tisur berdampingan
di bawah langit yang berangkat tua
menghitung usia bulan
mencari rahasia bintang
terbangun kita dalam
pusaran waktu tanpa nama
apakah ini masa depan?
yang dini
atau masa lalu yang kemudian
kita menyebutnya keabadian
0 comments:
Post a Comment