Pages

Tuesday, April 30, 2013

Hawa

bulan menyapaku dengan sayu
bintang menabur cinta
dengan terangnya
berkedip seakan nafasnya

udara menusuk
dan aku merindukan Hawa-ku
dimana ia pergi?
mungkin tak akan pernah kembali

rindu seakan mengembun seiring dingin malam
selalu mendarat tepat di kelopak mawarku
hingga aku terpejam
aku menyapamu dalam angan

aku slalu disini, takkan bisa pergi.
Adam yang kau kenal,
pemilik dada yang bertulang rusuk dirimu.


0 comments:

Post a Comment