bulan menyapaku dengan sayu
bintang menabur cinta
dengan terangnya
berkedip seakan nafasnya
udara menusuk
dan aku merindukan Hawa-ku
dimana ia pergi?
mungkin tak akan pernah kembali
rindu seakan mengembun seiring dingin malam
selalu mendarat tepat di kelopak mawarku
hingga aku terpejam
aku menyapamu dalam angan
aku slalu disini, takkan bisa pergi.
Adam yang kau kenal,
pemilik dada yang bertulang rusuk dirimu.
0 comments:
Post a Comment