Pages

Sunday, May 18, 2014

Ayah

Sudah bertahun - tahun sejak kematian ayah
Menurut wanita yang melahirkan ibuku
Ia mati sia-sia
Memperjuangkan hal yang sulit ditentang
Tertembak tentara orde baru, bersimbah darah di kepalanya
Ibuku berkata ayah adalah pahlawan
Pahlawan bagi hidupnya
Bagi keluarga dan negara
Sampai tua umurku
Tak pernah aku ingat wajahnya
Aku beruntung karena masih ada teknologi bernama kamera

Cerita lama, cerita dari ibuku
Ayahku menolak tawaran dari seorang besar
Ayah meludah tepat di depannya
Politik seperti anjing, katanya
Angin menusuk, menyelinap di antara sela jariku
Betapa kisah ayahku menuranikan
Walau di hari ini jelas berbeda keadaannya
Bagaimana mungkin sebuah tulisan protes di koran
Dan selepas ludah di depan mata
Mampu mematikan satu jiwa

Mungkin ayahku tak sendirian
Jutaan pemberontak pun menyebar
Karenanya semangat berkobar
Meski berakhir di pusara

Ayahku sayang
Cucumu sudah bisa berjalan
Kupastikan kau merindukan ini
Pagutan bibir lembut ibu dan melihat anakmu bekerja

Ayahku sayang
Umur duniamu lebih pendek dariku
Mereka bisa saja tertawa, telah musnah satu nyawa
Dan kau menertawai mereka dari sana
Sejatinya kau abadi

0 comments:

Post a Comment