Perlahan senyap merayap melemahkan imajinasiku
di antara hening malam yang dingin
lembaran doa terserak untukmu yang ku rindu
dalam beranda taman hati aku hanya membaca namamu
mendoakanmu dengan fasih
mendoakanmu dengan memuji dan menjunjung kebesaran Tuhan kita
mendoakanmu dengan deraian rindu yang membucah
Mengingatmu dalam Doa kepada Tuhan berkali-kali.
kepada sunyi malam dingin dan hening
aku bersandar pada sebuah kursi panjang
lalu ku senandungkan rindu dalam diam
ku sebut dengan lirih namamu dalam genggaman rapuhku
Tak ada yang ku dapati lebih hangat dari malam ini
selain deburan angin malam dan secangkir teh panas di meja dan kamu dalam lamunan
Ada kenangan yang merindu
lalu hilang dalam genangan detik
0 comments:
Post a Comment