Pages

Friday, November 8, 2013

tak berjudul

Perlahan senyap merayap melemahkan imajinasiku
di antara hening malam yang dingin
lembaran doa terserak untukmu yang ku rindu
dalam beranda taman hati aku hanya membaca namamu
mendoakanmu dengan fasih
mendoakanmu dengan memuji dan menjunjung kebesaran Tuhan kita
mendoakanmu dengan deraian rindu yang membucah

Mengingatmu dalam Doa kepada Tuhan berkali-kali.
kepada sunyi malam dingin dan hening
aku bersandar pada sebuah kursi panjang 
lalu ku senandungkan rindu dalam diam 
ku sebut dengan lirih namamu dalam genggaman rapuhku

Tak ada yang ku dapati lebih hangat dari malam ini
selain deburan angin malam dan secangkir teh panas di meja dan kamu dalam lamunan

Ada kenangan yang merindu
lalu hilang dalam genangan detik 

0 comments:

Post a Comment