Pages

Friday, November 8, 2013

sinestesia

Daur ulang waktu mengharu biru di mejaku, merajut sudut demi sudut keleluasaan darah di otakku

Warna warni udara, semerbak wangi harapan, mulai menggila, aku tak lagi mampu menahannya, makin lama makin kuat menggenggam.

Pensil, penghapus, rautan, semua membatu.
Tunduk pada liarnya gelombang elektromagnetik tak terbatas yang terpancar dari sisi ku.

Sekejap petir datang menyapa, lalu menggertak, kemudian menghujam dada. Agak perih.

Organ organ dalam ku meledak terbawa suasana getir ini.

Kesedihan itu terlalu manis untuk dirasakan.
Percayalah, ini tidak akan buruk.

0 comments:

Post a Comment