yang kumiliki hanyalah kata-kata
yang kutimbun di sekujur jiwa
yang menggelegak meronta
ingin menjemput kenyataan
seketika itu aku tak berdaya
walau berkalikali kubujuk ia
agar diam dalam nyenyak
"biar yang kupunya hanya makna,
akan selalu kunanti kenyataan,"-sahutnya.
Tidak, wahai kata-kataku,
kenyataan hanyalah mimpi indahmu
namun aku tak percaya
aku tak berdaya,-tatkala
kata-kataku merajuk:
"izinkan aku senandung dalam nyanyi
dan lantun dalam puisimu."
0 comments:
Post a Comment