kita sedang tunduk pada jalan raya
menggilas debu-debu, kau dan aku
tapak sepatu kita mengukir pulau yang terpenggal
dan lekuk karma yang ribut saat lalu lintas tersendat
kau sibuk memasung bedug
aku deras terdepak menantang halilintar
menguras sisa belerang
penghitam awan
muka kita berpasang-pasang lepas
pada kedap lampu jalanan
untuk sebuah kisah yang hilang
aku dan kau mencari bening yang tersisa.
0 comments:
Post a Comment